Kamis, Mei 30, 2024

Jelang Lebaran, Hampir 1.200 Buruh Pakaian Puma Tangerang Kena PHK

TangerangMerdeka – Menjelang perayaan lebaran, hampir 1.200 orang buruh pabrik garmen berorientasi ekspor, pemasok bran global ‘Puma’ di Tangerang harus kehilangan pekerjaan. Mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Melansir CNBC Indonesia, PT Tuntex Garment yang berlokasi di Cikupa, Kabupaten Tangerang memutuskan menutup pabrik secara permanen karena sudah tidak ada lagi produksi.

Baca Juga :  Hendry Zein Ikut Seleksi Calon Direktur PT TNG, 'Bertarung' Bersama 9 Peserta Lainnya

“Iya betul, PT. Tuntex Garment tutup, tutup berhenti produksi tanggal 31 Maret 2023,” kata Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang Desyanti, Selasa, 4 April 2023.

Akibat dari keputusan perusahaan ini, ribuan pegawai harus menganggur. Namun, perusahaan tidak bisa berbuat banyak karena situasinya juga sedang sulit. Pabrik ini mengalami penurunan permintaan dari ekspor. Sehingga, pekerja pun tidak banyak bekerja belakangan ini

Baca Juga :  Aliansi Buruh Banten Bersatu akan Kepung Kantor Bupati Tangerang, Desak Kadisnaker Dicopot

“Penyebabnya akibat order menurun sejak 3 tahun akibat covid-19 dikarenakan market penjualannya produk Puma hasil produksi Tuntex sebagian besar marketnya Eropa, dan Amerika dan saat ini sedang krisis akibat inflasi yang menyebabkan produksi tuntex terud menurun sejak 3 tahun,” kata Desiyanti.

Ini bukan kali pertama industrial tekstil goyang akibat resesi. Sejak tahun lalu, para pekerja sudah banyak yang terkena dampaknya.

Baca Juga :  Ironis, Keluarga Ketua Komisi II DPRD Alami Layanan Buruk RSUD Kota Tangerang

Pemangkasan pekerja di pabrik tekstil dan produk tekstil bahkan diprediksi bisa mencapai 500 ribu orang.

Mulai dari karyawan dirumahkan, dipangkas jam kerja, kontrak tak diperpanjang, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). (Air)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI

766FansSuka
1,620PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti
iklan

Berita Populer

Berita Hari Ini