Kamis, Juni 20, 2024

Kecam Pembakaran Alquran di Swedia dan Belanda, Wapres Ma’ruf Amin Sebut Pemerintah Sudah Buat Nota Politik

TANGERANGMERDEKA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengecam pembakaran dan penyobekan Alquran di Swedia dan Belanda.

Ma’ruf Amin menyatakan, pemerintah saat ini telah mengirimkan nota diplomatik terhadap kedua negara tersebut.

Pemerintah Indonesia juga bakal memanggil duta besar yang bertugas di kedua negara tersebut.

“Saya kira Indonesia selalu mengambil sikap untuk meredam yang namanya terjadi potensi konflik. Ini pemerintah sudah membuat nota politik tentang peristiwa ini dan akan memanggil duta besarnya karena memang peristiwa bisa memicu konflik. Bahkan kalau kita tidak bisa menjaganya itu bisa potensi konflik itu bisa melebar atau terjadi di berbagai negara lain,” jelasnya dilansir dari INews, Sabtu, 28 Januari 2023.

Baca Juga :  Gerindra Usung Marshel Widianto jadi Calon Wakil Walikota Tangsel 2024

Seperti diketahui, aksi pembakaran Alquran dilakukan oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai Stram Kurs yang berhaluan ekstremis sayap kanan Denmark di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia pada Sabtu, 21 Januari 2023.

Lalu, dalam demonstrasi anti-Turki di Den Haag, Belanda, terjadi juga aksi menyobek Alquran.

Ma’ruf Amin menegaskan Indonesia bakal selalu mengambil sikap untuk meredam aksi-aksi yang bisa bepotensi konflik.

Baca Juga :  80 Ribu Anak Indonesia Main Judi Online, Diskominfo Tangerang Ingatkan Dampaknya Bikin Ngeri

“Nah ini, oleh karena itu ini yang tidak disadari potensi ini bisa membawa sikap permusuhan. Apalagi itu tindakan, ucapan pun seharusnya harus dijaga,” katanya.

Dia menambahkan, teologi kerukunan juga perlu dijaga. “Itu yang tadi saya bilang teologi kerukunan. Teologi kerukunan itu narasi-narasinya juga tidak boleh dalam menyampaikan paham keagamaan menimbulkan konflik, harus dijaga, lah ini tindakannya,” imbuhnya.

Wapres menegaskan penyobekan dan pembakaran Alquran bukan merupakan kebebasan berekspresi.

“Jadi saya kira ini tidak betul kalau ini merupakan kebebasan berekspresi kemudian orang boleh seenaknya tanpa mempedulikan hak orang lain, pihak lain, itu suatu yang bisa menimbulkan akibat itu yang harus kita jaga,” ucapnya.

Baca Juga :  Kencing Sembarangan, Pria di Tangerang Selatan Dikeroyok

“Bukan saja di negara kita tapi juga di negara lain. Di negara lain alhamdulilah kita selalu bisa menjaga apa yang disebut penodaan agama. Oleh karena itu bagi kita kita cegah penodaan agama itu, harus kita beri sanksi supaya tidak terjadi dan menimbulkan konflik,” paparnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI

766FansSuka
1,620PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti
iklan

Berita Populer

Berita Hari Ini