Minggu, Juli 14, 2024

Kodok Raksasa 2,7 Kg Ditemukan di Australia

TANGERANGMERDEKA – Seekor kodok berukuran raksasa seberat 2,7 kilogram ditemukan oleh Petugas Departemen Lingkungan dan Sains Queensland Australia di Taman Conway National Park.

Kodok berjenis tebu raksasa atau Rhinella marina itu ditemukan pada 19 Januari 2023 lalu, ketika petugas sedang melakukan penyisiran.

Lantaran ukurannya yang sangat besar, membuat kodok tersebut memperoleh nama Toadzilla. Diperkirakan binatang tersebut adalah kodok terbesar di spesies terkait yang pernah tercatat.

Baca Juga :  PMI Kota Tangerang Sosialisasi Kepalang Merahan Bagi Karyawan dan Relawan

“Sejujurnya saya tidak percaya. Saya tidak pernah melihat yang sebesar ini,” kata Kylee Gray, petugas Departemen Lingkungan dan Sains Queensland kepada ABC News, seperti dilansir detik.com dari Live Science, Kamis, 26 Januari 2023.

Menurutnya, penampakan kodok ini hampir seperti bola sepak dengan kaki.

Dia memperkirakan bahwa kodok ini berjenis kelamin betina, karena ukuran kodok tebu betina lebih besar dari jantan.

Penemuan kodok terbesar yang tercatat sebelumnya pada 1991 juga merupakan kodok tebu. Kodok tersebut memiliki berat 2,65 kilogram, menurut Guinness World Records.

Baca Juga :  PMI Kota Tangerang Sosialisasi Kepalang Merahan Bagi Karyawan dan Relawan

Adapun setelah menimbang kodok ini, para penjaga taman nasional melakukan euthanasia terhadapnya.

Menurut pernyataan pihak Departemen Lingkungan dan Sains Queensland melalui Twitter, tindakan tersebut dilakukan karena dampak hewan tersebut terhadap lingkungan.

“Seekor kodok tebu seukuran itu akan memakan apa pun yang muat dalam mulutnya,” ungkap Gray kepada ABC News.

Menurut CNN Travel, kodok tebu ini telah dikirim ke Museum Queensland untuk diteliti lebih lanjut.

Baca Juga :  PMI Kota Tangerang Sosialisasi Kepalang Merahan Bagi Karyawan dan Relawan

Kodok tebu berasal dari Amerika Selatan dan daratan Amerika Tengah. Hewan tersebut pertama kali diperkenalkan ke Australia pada 1935 sebagai kontrol biologis atas kumbang tebu.

Namun, kodok tebu ini menjadi ini menjadi invasif dan berbahaya karena berdampak pada fauna asli setempat.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI

766FansSuka
1,620PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti
iklan

Berita Populer

Berita Hari Ini