Kamis, Mei 30, 2024

Mahasiswa UMN Tangerang Diajak Mengkampanyekan Orangutan Tapanuli 2023

TangerangMerdeka – Peranan digital dalam kampanye penyadartahuan begitu penting. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan bahwa 98 persen dari anak-anak dan remaja tahu tentang internet dan 79,5 persen di antaranya adalah pengguna internet.

Diharapkan, keaktifan generasi muda di dunia digital jika digabungkan dengan kesadartahuan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dapat menghasilkan kekuatan kampanye yang signifikan dan berdampak terhadap perubahan sosial dan kebijakan. Apalagi jika diikuti dengan strategi komunikasi yang tepat.

Yayasan KEHATI bersama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (OIC) dengan dukungan The Body Shop Indonesia melakukan Roadshow Peduli Orangutan Tapanuli 2023 ke beberapa kampus di Indonesia.

Berbeda dengan kampus sebelumnya di Universitas Sumatera Utara dan IPB University, kampus ketiga pada kegiatan roadshow yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berbasis pada bidang teknologi komunikasi dan informasi, dan kewirausahaan.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara pada kampanye peduli orangutan tapanuli kali ini. Pengetahuan dan kemauan untuk terlibat pada konservasi satwa di Indonesia harus dimiliki oleh seluruh generasi muda dari berbagi lintas keilmuan dan jurusan.  Tentunya mahasiswa UMN dapat berbuat banyak melalui kampanye digital dan program kewirausaan berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos.

Baca Juga :  4 Pelaku Curanmor di Neglasari Tangerang Ditangkap

Deputy Head of Communication Science Department Irwan Fakhruddin mengatakan, bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa UMN. Dengan pengetahuan yang sudah didapat, mahasiswa ke depannya diharapkan dapat terlibat aktif dalam kampanye pelestarian orangutan tapanuli dan satwa lainnya di Indonesia.

“Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membumikan pesan terkait konservasi terutama kepada khalayak sasaran Gen Z. Pesan ini harus dikemas dalam bahasa sederhana, membumi, relate dengan Gen Z, dan memberikan sensasi ‘eksperiental’ yang akan membuat mereka dengan sendirinya ikut ambil bagian dalam kampanye yang dijalankan,” jelas Irwan.

Lebih lanjut Irwan mengatakan bahwa Science Communications menjadi kompetensi yang harus dimiliki dan menjadi kerangka dalam mengomunikasikan pesan-pesan saintifik, salah satunya pada program pelestarian orangutan tapanuli. Irwan yakin kegiatan roadshow ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa UMN dan menjadi langkah awal dalam mengambil peran sebagai pemecah masalah yang dapat memberikan dampak untuk kebaikan.

Baca Juga :  Ironis, Keluarga Ketua Komisi II DPRD Alami Layanan Buruk RSUD Kota Tangerang

Ketika dinobatkan sebagai jenis baru pada tahun 2017, Orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis), yang hidup di Ekosistem Batang Toru, Sumatra Utara resmi menemani 2 jenis orangutan yang sudah ada di Indonesia, yaitu orangutan Sumatra (Pongo abelii) dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Menariknya, jenis ini hanya ada di Sumatra Utara, Indonesia. Bukan sekedar penambah koleksi, orangutan tapanuli merupakan simbol dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Namun, Kondisi orangutan tapanuli menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) masuk ke dalam daftar satwa yang terancam punah (critically endangered). Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi [SRAK] Orangutan 2019- 2029 menyatakan jumlah populasi orangutan tapanuli sekitar 577-760 individu, di habitat seluas 1.051,32 kilometer persegi yang tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Blok  Batang Toru Timur.

Orangutan tapanuli merupakan flagship species dan simbol keanekaragaman hayati Indonesia. Sebagai satu-satunya kera besar yang hidup di Asia, orangutan juga mempunyai potensi besar untuk menjadi asset keanekaragaman hayati dunia dan menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Baca Juga :  Hendry Zein Ikut Seleksi Calon Direktur PT TNG, 'Bertarung' Bersama 9 Peserta Lainnya

Dikaitkan dengan dunia bisnis, The Body Shop yang juga hadir pada acara talkshow ini mengingatkan nilai-nilai yang diusung pendiri The Body Shop Anita Roddick, bahwa inti dari sebuah bisnis seharusnya bukanlah mengenai uang dan keuntungan, melainkan mengenai tanggung jawab. Sebuah bisnis seharusnya menjadi kebaikan untuk semua orang, bukan kepuasan pribadi.

“The Body Shop® sebagai merek global kecantikan ternama yang mendukung pelestarian Orangutan Tapanuli mengajak konsumen untuk ikut aktif bersama-sama melindungi dan melestarikan spesies yang hampir punah ini. Melalui roadshow Orangutan Tapanuli bersama KEHATI, kami berharap awareness ini juga sampai ke anak muda yang merupakan agen perubahan dan nantinya dapat menjadi sebuah langkah awal bagi anak muda untuk lebih terlibat dan memulai pergerakan nyata,” ujar Corporate Values Manager The Body Shop Indonesia, Dita Agustia.

The Body Shop Indonesia aktif mendukung program konservasi orangutan tapanuli  sejak tahun 2016, dan program mitigasi perubahan iklim sejak tahun 2022. (Air)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI

766FansSuka
1,620PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti
iklan

Berita Populer

Berita Hari Ini