Kamis, Mei 30, 2024

Serius Tangani Stunting, Dinkes Kota Tangerang Perkuat Program Pos Gizi

TangerangMerdeka – Walau berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022, atau turun 3,5 persen. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tetap memperkuat intervensi untuk menyelesaikan kasus stunting di Kota Tangerang dengan lebih optimal lagi.

Selain melakukan pembaharuan data pada kasus stunting dengan by name by address. Melalui 37 Puskesmas, Dinkes juga memperkuat program Pos Gizi yang ditujukan untuk balita under weight dan stunting. Ditujukan untuk meningkatkan berat badan dan mencegah stunting jatuh ke gizi kurang.

Baca Juga :  4 Pelaku Curanmor di Neglasari Tangerang Ditangkap

Salah satunya, seperti yang digelar Puskesmas Cipondoh, di Posyandu Apel, RT 04, RW 04, Kelurahan Cipondoh Makmur dengan target 10 orang balita.

“Pos Gizi ini berlangsung selama 14 hari, dan hari ini merupakan hari ketujuh, dan masih akan berlangsung dengan program-program peningkatan gizi lainnya hingga tujuh hari kedepan,” ungkap Rizky Adirti, Kepala Puskesmas Cipondoh, Rabu, 17 Mei 2023.

Baca Juga :  Hendry Zein Ikut Seleksi Calon Direktur PT TNG, 'Bertarung' Bersama 9 Peserta Lainnya

Ia menjelaskan, dalam Pos Gizi dokter dan petugas kesehatan yang bertugas melakukan penyuluhan gizi dan penyusunan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat untuk balita. Penyaluran PMT dari puskesmas Cipondoh, berupa nugget, nasi isi suwiran lele dan sayuran.

“Kita juga melakukan makan PMT bersama-sama, sehingga gairah atau semangat anak-anak bisa meningkat dengan dilakukan bersama-sama teman-temannya. Setelah itu, Pos Gizi juga melakukan pengukuran berat badan, penimbangan berat badan, pemeriksaan tex mantoux dan pemeriksaan gigi dan mulut,” papar Rizky.

Baca Juga :  Aliansi Buruh Banten Bersatu akan Kepung Kantor Bupati Tangerang, Desak Kadisnaker Dicopot

Lanjutnya, dengan pembinaan Pos Gizi selama 14 hari diharapkan pemahaman, penanganan atau treatment yang dibutuhkan pada balita bisa lebih maksimal. “Orangtua benar-benar paham apa yang perlu mereka lakukan atau berikan pada sang anak. Begitu juga dengan balitanya, bisa terlihat pergerakan atau pertumbuhannya dengan dokter langsung,” katanya. (Air)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

IKUTI SOSIAL MEDIA KAMI

766FansSuka
1,620PengikutMengikuti
945PengikutMengikuti
iklan

Berita Populer

Berita Hari Ini